Gambar: Katarina Weni[/caption]
"Mama Katarina Weni keluar dari rumah sejak hari Selasa tanggal 23 November 2021 sekitar jam 5 pagi tanpa pamit dengan orang rumah", Ungkap Rikardus Wolo, cucu yang tinggal bersama mama Katarina, Kamis (25/11/2021).
Sekitar pukul 18.00 Wita atau jam 6 sore, salah satu warga dari kampung Detukopi menelpon keluarga di Detuleda, menanyakan apakah nenek Katarina sudah sampai di rumahnya di Detuleda.
Informasi tersebut meyakinkan keluarga bahwa nenek Katarina berada di kampung Detukopi.
Sementara warga lain yaitu Bapak Kanisius Solo mengaku bahwa Nenek Katarina sempat bersamanya memetik cabe di kebun yang berlokasi di Sero Muku, Detukopi.
Bapak Kanisius Solo juga sempat mengajak nenek Katarina untuk pulang makan siang tapi nenek Katarina mengatakan bahwa nanti dia akan menyusul dan sampai sore nenek Katarina belum datang-datang.
Kondisi ini membuat keluarga panik dan langsung menelpon ke Detuleda untuk menanyakan apakah nenek Katarina sudah tiba, namun pihak keluarga di Detuleda mengatakan bahwa nenek Katarina belum juga datang.
[caption id="attachment_777" align="alignnone" width="300"]
Photo : Warga sedang Mencari[/caption]
Pihak keluarga dan warga kemudian melakukan pencarian namun sampai saat ini belum juga ditemukan dimana keberadaan nenek Katarina.
"Kami telah mengerahkan warga kampung dan keluarga untuk melakukan pencarian mulai dari hari pertama sampai saat ini baik di Kebun, hutan, sekitar kampung maupun di keluarga namun sampai saat ini juga belum diketahui. Proses pencarian ini sudah kami lakukan selama 3 (tiga) hari berturut-turut namun belum diketahui keberadaan nenek tersebut ", Ungkap Dimas Tua Tola, Tokoh muda Liakutu (**/red Sukabumi. spektrum-nasional.com || Rapat paripurna DPRD Kota Sukabumi, dengan agenda pidato pertama wali Kota dan wakil wali Kota Sukabumi massa jabatan 2025-2030 digelar di ruang rapat paripurna DPRD Kota Sukabumi, Kamis (20/2/2025) kemarin. Dalam m