Jakarta.Spektrum-nasional.com || Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi SE., MM., M.Tr.Opsla., CHRMP,, CRMP., terima kunjungan kerja dari Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (Sestama BIN) Komjen. Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo, SH, M.Hum., dan Deputi II Bidang Intelijen Dalam Negeri Mayor Jenderal TNI Edmil Nurjamil, S.E., M.M., di gedung Cakra Brigif-1 Korps Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Senin, (18/03/24).
Badan Intelijen Negara (BIN) adalah alat negara yang bertanggung jawab atas pelaksanaan fungsi intelijen di dalam dan luar negeri. Fungsi ini mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan informasi intelijen demi keamanan nasional.
Mayor Jenderal TNI Endi Supardi dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan dari Sestama BIN dan Deputi II BIN.
"Diharapkan dengan adanya kunjungan kerja ini selain untuk mempererat hubungan kerja juga sebagai ajang silaturahmi antara Korps Marinir dan Badan Intelijen Negara," ucapnya.
Sementara, Sestama BIN dalam kesempatan yang penuh kekeluargaan itu secara simbolis memberikan cinderamata kepada Dankormar sebagai bentuk apresiasi dari BIN kepada Korps Marinir yang selama ini sudah membantu terlaksananya tugas pokok BIN.
Turut hadir; Kepala Biro Logistik pada Sekretariat Utama BIN Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tony Kurniawan, Pejabat utama Korps Marinir, Dandenjaka, serta Danbrigif-1 Korps Marinir. (Lison/SN)
Editor : Elang Timur-85
Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M. menegaskan bahwa masa depan Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) tidak lagi cukup hanya dipandang sebagai unsur pendukung keamanan lingkungan.
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), Prof. Reda Manthovani pada Sabtu (3/10/2026) di Jakarta meminta jajaran Satuan Perlindungan Ma
Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agus Supratman, menyampaikan permintaan maaf kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas insiden yang terjadi saat pengecekan bantuan bagi masyarakat terdampak