Kota Sukabumi. Spektrum-nasional.com || Persaudaraan Petani Suryakencana Sukabumi ( PPSS ) menggelar Milad Ke-6 tahun. Dengan mengusung tema " Tatanen Hejo Patani Ngejo, pertanian sumber fundamental perjuangan Nasional, perjuangan PPSS merupakan bukti bakti mewujudkan kesejahteraan petani.
Kegiatan yang berlangsung di Bale Sawale Kampung Bunisari RT 03/014 Desa Langansari Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Pada Selasa (18/7/23) dimeriahkan dengan acara potong tumpeng, sedekah bumi, penampilan seni budaya Marawis dan diakhir acara menampilkan pagelaran Wayang Sukuraga. Hal itu disampaikan Ketua Umum PPSS, Herlan Suryadih kepada media usai acara kegiatan. Selasa (18/7).
Ketua Umum PPSS, Herlan Suryadih, kepada awak media menyatakan, di tahun ke-6 berdirinya PPSS, dirinya berharap momentum ini menjadi pemicu bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi untuk lebih memberikan support atas perjuangan Petani dalam memperjuangkan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Lahan Eks HGU PTPN VIII Goalpara.
"HGU PTPN VIII Goalpara telah habis sejak tahun 2005, tapi hingga saat ini pemerintah pusat kurang sigap. Untuk luasan lahan eks HGU di wilayah kami Desa Langensari luasannya mencapai 187 hektare dan saat ini kondisinya sudah terlantar," ungkap Herlan
Lanjut Herlan, lahan terlantar di eks HGU PTPN VIII Goalpara ini tengah diperjuangkan oleh PPSS untuk kesejahteraan masyarakat petani.
"Alhamdulilah untuk Pemerintah Daerah hari ini sudah mendukung kegiatan kami cuman sedikit ada Miss dengan BPN Kabupaten Sukabumi, tapi Alhamdulillah BPN saat ini sudah ada respon dengan pergerakan kami ini." Terangnya.
Masih kata, Herlan Tidak hanya bergerak disektor pertanian, rencana ke depan sisa lahan eks HGU PTPN VIII yang telah berhasil dimiliki Petani akan dimanfaatkan untuk sejumlah fasilitas penunjang bagi kemakmuran masyarakat setempat.
"Rencana kedepan setelah ada sisa tanah dari petani kita berencana akan membangun sekolah dan pesantren. Karena dunia pendidikan juga cukup penting bagi para petani, kita akan bangun, SMP dan Pesantren," ucapnya
Sambung dia selain pembangunan sarana pendidikan dan ponpes PPSS juga akan membangun Kampung Budaya, tidak hanya untuk suku sunda kalau memang mereka tidak punya tanah sesuai program PP 86 tahun 2018. itu sah sah saja yang penting warga negara," bebernya
Saat ini, tahapan yang telah ditempuh PPSS dalam memperjuangkan eks HGU PTPN VIII Goalpara memasuki tahapan verifikasi.
"Kita tengah memasuki tahapan RPRA kita akan verifikasi di minggu ke-3 bulan Juli ini," tandasnya.
Sedekah Bumi menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu dalam rangkaian Anniversary ke-6 PPSS tahun 2023 kali ini yang juga dirangkai dengan peringatan 1 Muharam 1445 Hijriah, berbagai hasil bumi masyarakat petani setempat dibentuk Gugunungan yang selanjutnya menjadi rebutan tamu yang hadir dalam acara ini.
"Arti dari Sedekah Bumi ini adalah simbol tidak ada keserakahan, kami ingin berbagi, tidak hanya hasil bumi pertanian, tanah sekalipun siapa yang tidak punya lahan namun ingin bertani hayu kita bareng-bareng," ungkap Herlan.
Ditempat yang sama Bupati Sukabumi yang diwakili Stap Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia mewakili Bupati, Jujun Junaedi, menyatakan apresiasi dan mensupport perjuangan yang telah dilakukan PPSS.
"Tentu Kita akan mendorong dari sisi legal aspek-nya karena walau bagiamana kita memiliki kita miliki Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, itu akan kita dorong untuk membantu masyarakat agar terjadi peralihan hak dari HGU PTPN VIII menjadi hak milik. Tentu ini prosesnya akan cukup lama dan tidak mudah, tapi kami akan terus mensupport mereka agar pemenuhan hak masyarakat dipenuhi pihak berwenang," ungkap Jujun Junaedi.
Jujun Junaedi menambahkan Pemkab Sukabumi akan mensupport rencana PPSS menciptakan kawasan wisata di lahan eks HGU PTPN VIII Goalpara ini.
"Itu sangat sejalan dengan visi misi kabupaten Sukabumi, karena pak Bupati berkeinginan wisata yang berbasis agrobisnis bisa menjadi icon Sukabumi, kami akan mendukung dan mensupport," tutur Jujun.
Disinggung terkait Reforma Agraria di Sukabumi, Jujun menyebut program TORA cukup berhasil di wilayah ke kedua terbesar se Jawa Bali ini.
"Reforma Agraria di Sukabumi sebenarnya sudah sangat bagus, karena sudah ada di beberapa daerah yang telah berhasil seperti di Warungkiara dan Bantargadung. Mudah mudahan semua yang diusulkan bisa berhasil, sekarang kita sedang berupaya seperti diantaranya di Palabuhanratu, Lengkong, dan lain sebagainya," tandasnya.
Ditambahkan Penasehat Hukum PPSS, Muhamad Rafi'i Nasution, dirinya meminta lahan eks HGU PTPN VIII Goalpara ini untuk secepatnya dilepas bagi masyarakat.
"Kami bermohon kepada Pemerintah Pusat agar lahan eks HGU PTPN VIII ini bisa di redistribusi untuk kepentingan Petani, khususnya yang ada di Desa Langensari Kecamatan Sukaraja, kurang lebih 187 HA yang dimohonkan yang hari ini sudah menjadi lokasi prioritas reforma agraria yang Satgas-nya telah dibentuk langsung oleh Wamen ATR BPN Pusat," ujar Pria yang akrab disapa Bang Rafi.
"Mohon doa restu, di tempat ini nantinya akan kita bangun Kampung Budaya Suryakencana yang didalamnya ada fasilitas rumah rumah adat, fasilitas Sekolah berbasis pertanian dan Agama, kita akan bangun Ponpes berbasis agama dan Pertanian," ungkapnya.
Camat Sukaraja. Erry Erstanto mengucapkan selamat HUT PPSS Ke-6 tahun. Semoga semakin jaya semakin maju dan apa yang di cita citakan tercapai.
"Tadi sebagaimana yang disampaikan bang Rafi ada segelumit tentang rencana kedepan Sebuah gagasan yang sangat baik dan patut disambut antusias oleh kita semua." insyaallah kita dukung sama sama." Ujarnya.
Menanggapi, tentang petani dari sisi pertanian wilayah kecamatan Sukaraja menurut, Erry sebagai penyumbang PDRB terbesar dikabupaten Sukabumi.
"Pertanian ini menjadi hal yang harus patut kita kembangkan ke depan. Tapi disisi lain ada ke khawatiran, kami melihat minat terhadap petani ini setiap tahunnya berkurang. " Menjadi petani dikalangan generasi muda kurang diminati lebih condong kerja ke pabrik." Ucapnya.
Tapi melihat semangat yang luar biasa dari PPSS di bunisari desa langansari ini. Insyaallah lebih maju kedepannya.
"Ini Sangat luar biasa, regreg ( tenang ) karena ternyata masyarakat yang berminat menjadi petani masih banyak.
Erry menambahkan sebagai kepala wilayah akan mendorong dan memfasilitasi apa yang diharapkan PPSS ini. Terkait dengan pertanian
"Kami juga sependapat dan sepakat dari KPA serta stap ahli Bupati. Karena hari ini yang kita kembangkan adalah pola pentahelik dan pola kolaborasi. Insyaallah kalau semuanya dilakukan kita akan maju.," Ucapnya
"Tadi saya terharu sekali bahwa dari awal berdirinya PPSS yang awalnya kita sebagai buruh tani. Alhamdulilah Sekarang menjadi petani. Insyaallah kedepan menjadi pengusaha tani itu sangat berbekas di benak saya mudah mudahan yang di cita cita kan bisa terwujud. Tuturnya.
Tentang pendidikan dan kampung budaya tadi. Insyaallah juga kita dorong . Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah mendorong sarana pendidikan Karena sangat terbatas itu sudah masuk di analisis kami. Insyaallah ada solusi untuk pendidikan di kita, apalagi persyaratan untuk membuat kelas jauh kedepannya satu atap bahkan dari pihak SMP sudah berpikirnya jauh.
"Rencana kedepan kita harus sudah membangun sekolah SMP 3 Sukaraja itu dari orang pendidikan. Kita sebagai kepala wilayah yang banyak menaungi berbagai urusan tentu saja akan mensupport dari berbagai sisi." Pungkasnya. (*SN/Lison)
DPRD Kabupaten Sukabumi Setujui Raperda APBD 2027 dan Penyempurnaan Perubahan APBD 2026
Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026
Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan dinamika kehidupan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.